Korlantas berlakukan One Way di Tol Trans Jawa KM 70–263
Lintas24jam.com – Arus mudik Lebaran mulai meningkat di berbagai ruas jalan tol di Pulau Jawa. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan mencegah kemacetan panjang, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Trans Jawa mulai KM 70 hingga KM 263.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis guna memperlancar perjalanan para pemudik yang menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Sistem satu arah tersebut diberlakukan setelah volume kendaraan meningkat signifikan sejak beberapa hari terakhir.
Lonjakan Kendaraan Saat Arus Mudik
Setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, arus kendaraan di jalur tol Trans Jawa selalu mengalami peningkatan drastis. Ribuan kendaraan pribadi, bus, hingga kendaraan logistik bergerak secara bersamaan menuju daerah tujuan mudik.
Berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, kepadatan kendaraan mulai terlihat di sejumlah titik tol utama yang menjadi jalur favorit pemudik dari Jakarta dan sekitarnya menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Untuk mengurai kepadatan tersebut, Korlantas Polri akhirnya menerapkan skema one way dari KM 70 hingga KM 263. Jalur tersebut merupakan salah satu segmen terpadat yang sering mengalami kemacetan saat musim mudik.
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat laju kendaraan pemudik sekaligus mengurangi potensi antrean panjang di ruas tol.
Rincian Penerapan One Way Tol Trans Jawa
Rekayasa lalu lintas one way yang diterapkan Korlantas mencakup beberapa ruas penting dalam jaringan Tol Trans Jawa.
Berikut rinciannya:
KM 70: Titik awal penerapan one way yang berada di ruas Tol Jakarta–Cikampek.
Melintasi sejumlah ruas tol utama seperti Cipali, Palimanan, hingga Batang-Semarang.
KM 263: Titik akhir one way yang berada di kawasan Brebes, Jawa Tengah.
Dengan sistem ini, seluruh lajur tol akan difungsikan satu arah menuju ke timur, sehingga kendaraan yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa melaju lebih lancar tanpa terhambat kendaraan dari arah sebaliknya.
Sementara itu, kendaraan dari arah timur menuju Jakarta akan dialihkan ke jalur arteri atau jalur alternatif yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian.
Tujuan Rekayasa Lalu Lintas One Way
Penerapan sistem satu arah bukan tanpa alasan. Rekayasa lalu lintas ini sudah menjadi strategi rutin yang diterapkan pemerintah setiap musim mudik Lebaran.
Beberapa tujuan utama penerapan one way di Tol Trans Jawa antara lain:
- Mengurai kemacetan panjang di jalur utama mudik.
- Mempercepat waktu tempuh pemudik menuju kampung halaman.
- Mengurangi risiko kecelakaan akibat kepadatan lalu lintas.
- Mengoptimalkan kapasitas jalan tol yang digunakan secara maksimal ke satu arah.
Dengan memanfaatkan seluruh lajur tol untuk satu arah, kapasitas kendaraan yang bisa melintas menjadi jauh lebih besar dibandingkan sistem normal dua arah.
Imbauan Kepolisian untuk Para Pemudik
Korlantas Polri juga mengimbau para pemudik agar selalu mematuhi aturan lalu lintas selama penerapan sistem one way berlangsung. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang.
Kepolisian juga mengingatkan agar pemudik tetap menjaga kecepatan kendaraan dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah lelah.
Rest Area Diprediksi Padat
Selain jalur tol, kepadatan juga diprediksi terjadi di sejumlah rest area sepanjang Tol Trans Jawa. Tempat istirahat tersebut biasanya menjadi titik favorit pemudik untuk beristirahat, makan, hingga mengisi bahan bakar.
Petugas akan melakukan pengaturan keluar masuk kendaraan di rest area agar tidak terjadi penumpukan yang bisa menyebabkan kemacetan hingga ke badan jalan tol.
Jika rest area penuh, pengendara diminta melanjutkan perjalanan ke rest area berikutnya.
Alternatif Jalur Bagi Pengendara
Bagi pengendara yang tidak ingin terjebak kepadatan di jalur tol, kepolisian juga menyarankan penggunaan jalur alternatif seperti jalur pantura atau jalur selatan Jawa.
Namun demikian, pengendara tetap diminta berhati-hati karena jalur non tol juga berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan selama musim mudik.
Arus Mudik Diperkirakan Terus Meningkat
Korlantas memperkirakan arus mudik akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan kendaraan.
Selain one way, kepolisian juga siap menerapkan skema contra flow maupun ganjil genap jika kondisi lalu lintas semakin padat.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Mudik Tetap Aman dan Nyaman
Tradisi mudik Lebaran merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Oleh karena itu, pemerintah bersama aparat kepolisian berupaya maksimal memastikan perjalanan mudik berjalan lancar.
Dengan diberlakukannya one way di Tol Trans Jawa dari KM 70 hingga KM 263, diharapkan arus kendaraan dapat terurai dan perjalanan para pemudik menjadi lebih cepat.
Pemudik pun diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan agar bisa sampai di tujuan dengan selamat dan merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.
Hda/Dad
Sumber :



