Wisata Pantai Bantul Sepi Saat Lebaran 2026, Pengelola Keluhkan Penurunan Pengunjung
Lintas24jam.com – Bantul, DIY – Sejumlah pengelola wisata pantai di wilayah Bantul mengeluhkan kondisi kunjungan wisata yang menurun drastis selama libur Lebaran 2026. Padahal, periode ini biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Penurunan jumlah wisatawan kali ini dinilai cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha di kawasan pantai.
Kunjungan Wisata Lebaran Turun Drastis
Beberapa pantai populer di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta yang biasanya dipadati wisatawan, kini terlihat lebih lengang. Kondisi ini menjadi perhatian para pengelola dan pedagang yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.
Menurut para pengelola, biasanya lonjakan wisatawan terjadi sejak H+1 Lebaran hingga akhir masa libur. Namun tahun ini, jumlah pengunjung tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
Kenaikan Tarif Retribusi Jadi Sorotan
Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab turunnya minat wisatawan adalah kenaikan tarif retribusi masuk kawasan wisata pantai. Saat ini, wisatawan dikenakan biaya sebagai berikut:
- Tiket masuk: Rp15.000 per orang
- Kendaraan mobil: Rp10.000
- Sepeda motor: Rp5.000
- Bus: Rp20.000
Kenaikan tarif ini dinilai cukup memberatkan bagi sebagian wisatawan, terutama bagi keluarga besar yang datang dalam jumlah banyak.
Dampak terhadap Pelaku Usaha Lokal
Sepinya pengunjung berdampak langsung pada pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata, seperti pedagang makanan, penyewaan tikar, hingga jasa parkir. Banyak dari mereka mengaku pendapatan turun drastis dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Para pelaku usaha berharap adanya evaluasi kebijakan tarif agar kunjungan wisata dapat kembali meningkat dan ekonomi lokal bisa kembali bergeliat.
Perlu Strategi Pemulihan Pariwisata
Kondisi ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan evaluasi dan strategi pemulihan sektor pariwisata, khususnya di kawasan pantai Bantul.
Selain penyesuaian tarif, peningkatan fasilitas, promosi wisata, serta kenyamanan pengunjung juga menjadi faktor penting untuk menarik kembali minat wisatawan di masa mendatang.
Dengan menurunnya jumlah wisatawan selama Lebaran 2026, sektor pariwisata di Bantul diharapkan dapat segera bangkit melalui kebijakan yang lebih adaptif dan pro terhadap wisatawan maupun pelaku usaha lokal.
Hda/Dad
Sumber :



