Penetapan Idul Adha 1447 H: Muhammadiyah Tetapkan 27 Mei 2026 sebagai Hari Raya Kurban

Lintas24jam.com – Penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah telah diumumkan secara resmi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Dalam pengumuman yang disampaikan di Yogyakarta pada 22 September 2025 tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan ini menjadi acuan penting bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas dalam mempersiapkan ibadah kurban serta rangkaian ibadah haji. Selain itu, keputusan ini juga memberikan kepastian jadwal jauh hari sebelumnya, sehingga memudahkan perencanaan aktivitas keagamaan maupun sosial.

Rincian Penetapan Tanggal Penting Zulhijah 1447 H

Berdasarkan maklumat resmi tersebut, berikut rincian tanggal penting dalam bulan Zulhijah 1447 Hijriah:

1 Zulhijah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026

9 Zulhijah 1447 H (Hari Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

10 Zulhijah 1447 H (Idul Adha): Rabu, 27 Mei 2026

Hari Arafah merupakan salah satu hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara itu, Idul Adha menjadi puncak perayaan dengan pelaksanaan salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Dasar Penetapan: Metode Hisab Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah

Penentuan tanggal Idul Adha oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah didasarkan pada metode hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

Metode hisab merupakan teknik perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan dan matahari. Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah dapat menetapkan awal bulan Hijriah secara akurat tanpa harus menunggu rukyatul hilal (pengamatan langsung).

Dalam konteks ini, Muhammadiyah menggunakan pendekatan modern yang terstandarisasi dan telah dikembangkan secara ilmiah oleh para ahli falak.

Mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT)

Penetapan Idul Adha 1447 H juga mengacu pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT). Sistem ini bertujuan untuk menyatukan penanggalan Hijriah secara global agar umat Islam di seluruh dunia dapat merayakan hari-hari besar secara serentak.

KGHT memiliki beberapa prinsip utama, antara lain:

  • Menggunakan satu sistem kalender Hijriah untuk seluruh dunia
  • Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) yang akurat
  • Memenuhi kriteria visibilitas hilal secara global

Dengan menggunakan KGHT, Muhammadiyah berupaya mendorong keseragaman dalam penetapan kalender Islam, termasuk dalam menentukan Idul Adha.

Pentingnya Penetapan Awal Zulhijah

Penetapan awal bulan Zulhijah memiliki arti penting karena menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai ibadah, antara lain:

1. Ibadah Haji

Bulan Zulhijah merupakan waktu pelaksanaan ibadah haji di Mekkah. Puncak ibadah haji terjadi pada tanggal 9 Zulhijah saat wukuf di Arafah.

2. Puasa Arafah

Umat Islam yang tidak menunaikan haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa pada 9 Zulhijah. Puasa ini memiliki keutamaan besar, yaitu menghapus dosa selama dua tahun.

3. Ibadah Kurban

Pada 10 Zulhijah, umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS.

Respons dan Antisipasi Masyarakat

Dengan diumumkannya jadwal Idul Adha 1447 H lebih awal, masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan berbagai persiapan, seperti:

  • Menabung untuk membeli hewan kurban
  • Mengatur jadwal mudik atau perjalanan
  • Menyiapkan kegiatan keagamaan di masjid atau lingkungan sekitar

Selain itu, pelaku usaha di sektor peternakan juga dapat mempersiapkan stok hewan kurban dengan lebih baik.

Potensi Perbedaan Penetapan Idul Adha

Di Indonesia, penetapan hari raya keagamaan terkadang mengalami perbedaan antara organisasi Islam dan pemerintah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan, yaitu hisab dan rukyat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menetapkan Idul Adha berdasarkan sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal.

Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan diharapkan tidak mengurangi kekhusyukan umat dalam beribadah.

Imbauan Menyambut Idul Adha 1447 H

Dalam menyambut Idul Adha 1447 H, umat Islam diimbau untuk:

  • Meningkatkan ibadah dan amal kebaikan
  • Menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan penetapan
  • Melaksanakan kurban sesuai syariat Islam
  • Mengedepankan semangat berbagi kepada sesama

Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Kesimpulan

Penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 H oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang jatuh pada 27 Mei 2026 memberikan kepastian bagi umat Islam dalam mempersiapkan ibadah.

Dengan dasar metode hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah serta mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal, penetapan ini mencerminkan pendekatan ilmiah dan modern dalam penentuan kalender Islam.

Diharapkan, umat Islam dapat menyambut Idul Adha dengan penuh kesiapan, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Hda/Dad

Baca Juga :

Haji 2026 Dipastikan Tetap Berjalan

Iklan