WIKA Rugi Rp 1,8 Triliun per Tahun dari Proyek KCIC

Danantara Siapkan Perubahan Fokus Bisnis

Lintas24jam.com – Kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali menjadi sorotan setelah perusahaan mengungkapkan kerugian signifikan dari keterlibatannya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC).

Konsorsium KCIC

Sebagai informasi, WIKA merupakan salah satu pemegang saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yaitu konsorsium proyek KCIC. Adapun komposisi pemegang saham PSBI terdiri dari:

  • PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 58,53%
  • WIKA sebesar 33,36%
  • PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,03%
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 7,08%

Sementara itu, mitra dari pihak China dalam proyek ini tergabung dalam Beijing Yawan HSR Co. Ltd dengan komposisi:

  • CREC 42,88%
  • Sinohydro 30%
  • CRRC 12%
  • CRSC 10,12%
  • CRIC 5%

Wika Rugi

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengungkapkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek KCIC memberikan tekanan besar terhadap keuangan perseroan. WIKA Rugi sekitar Rp 1,7 hingga Rp 1,8 triliun per tahun dari proyek tersebut.

Kerugian ini menjadi salah satu alasan utama adanya evaluasi terhadap arah bisnis perusahaan ke depan. COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa WIKA kemungkinan akan diarahkan untuk keluar dari sektor industri kereta api.

Menurutnya, sektor tersebut dinilai terlalu jauh dari core business WIKA sebagai perusahaan konstruksi. Oleh karena itu, transformasi bisnis akan dilakukan agar WIKA lebih fokus pada bidang utama yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan.

Perbaikan Kinerja Keuangan

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan WIKA yang dalam beberapa tahun terakhir tertekan akibat proyek-proyek besar dengan beban investasi tinggi.

Ke depan, restrukturisasi dan refokus bisnis menjadi strategi penting bagi WIKA agar dapat kembali mencatatkan kinerja positif dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal.

Hda/Dad

Iklan