Harga Minyak Dunia: WTI Tembus USD105, Brent USD112

Harga Minyak Dunia 4 Mei 2026: WTI Tembus USD105, Brent USD112, Kembali di Atas USD100

Lintas24jam.com – Jakarta, 4 Mei 2026 – Harga minyak dunia kembali berada di atas level psikologis USD100 per barel pada perdagangan hari ini, Senin (4/5/2026). Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat di USD105,701 per barel, sementara Brent Crude (Brent) berada di USD112,280 per barel.

Kenaikan ini mempertegas tren penguatan harga energi global di tengah ketidakpastian geopolitik dan gangguan pasokan minyak dunia.

Harga Minyak Kembali di Atas USD100

Meski sempat mengalami koreksi dalam beberapa sesi terakhir, harga minyak tetap bertahan di atas USD100 per barel. Level ini menjadi indikator kuat bahwa pasar energi global masih berada dalam tekanan.

Data terbaru menunjukkan harga minyak sempat sangat volatil akibat konflik geopolitik, namun tetap bertahan tinggi karena kekhawatiran terhadap pasokan global.

Konflik Iran Jadi Pemicu Utama

Salah satu faktor utama kenaikan harga minyak adalah konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat yang belum menemukan titik damai.

Perundingan perdamaian yang tak kunjung disepakati membuat pasar khawatir akan gangguan pasokan, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Bahkan, laporan terbaru menunjukkan harga minyak sempat melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan suplai dan eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Kelangkaan Pasokan Dorong Harga

Selain faktor geopolitik, kelangkaan pasokan juga menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak. Gangguan distribusi serta terbatasnya produksi dari negara produsen membuat supply tidak mampu mengimbangi permintaan global.

Analis memperkirakan defisit pasokan minyak global masih akan berlangsung selama konflik belum mereda dan jalur distribusi belum sepenuhnya normal.

Dampak ke Ekonomi Global

Kenaikan harga minyak di atas USD100 per barel berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian global, antara lain:

  • Meningkatkan tekanan inflasi global
  • Mendorong kenaikan harga bahan bakar
  • Menekan pertumbuhan ekonomi negara importir energi
  • Memperbesar beban subsidi energi di berbagai negara

Bagi Indonesia, kondisi ini juga berpotensi menekan APBN, terutama jika harga energi terus bertahan tinggi dalam jangka waktu lama.

Prospek Harga Minyak

Ke depan, harga minyak diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung tinggi selama:

  • Konflik geopolitik belum terselesaikan
  • Pasokan global masih terbatas
  • Permintaan energi tetap kuat

Jika kesepakatan damai Iran tercapai, harga minyak berpotensi turun. Namun selama ketidakpastian masih berlangsung, harga minyak diperkirakan tetap berada di atas USD100 per barel.

Kesimpulan:

Harga minyak dunia pada 4 Mei 2026 yang berada di level USD105 (WTI) dan USD112 (Brent) mencerminkan tekanan kuat dari sisi geopolitik dan pasokan. Selama konflik Iran belum menemukan solusi, harga energi global berpotensi tetap tinggi.

Hda/Dad

Baca Juga :

Harga Emas Antam Turun Rp4.000 Jadi Rp2.789.000