Harga Minyak Dunia Hari Ini 12 Mei 2026 Naik Tajam

Harga Minyak Dunia Hari Ini 12 Mei 2026 Naik Tajam, WTI Tembus US$101,24 per Barel dan Brent US$107,32 per Barel

Lintas24jam.com – Jakarta, 12 Mei 2026 – Harga minyak dunia kembali mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Kenaikan ini membuat harga minyak mentah global tetap bertahan di atas level psikologis US$100 per barel, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ancaman kelangkaan pasokan energi, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar komoditas internasional.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level US$101,24 per barel, naik 3,23% dibanding perdagangan sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan pasar global naik 2,98% ke level US$107,32 per barel.

Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa pasar energi global masih berada dalam tekanan besar akibat gangguan pasokan dan tingginya permintaan di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum stabil.

Harga Minyak Dunia Selasa 12 Mei 2026

Berikut data harga minyak dunia hari ini:

Minyak WTI: US$101,24 per barel (naik 3,23%)

Minyak Brent: US$107,32 per barel (naik 2,98%)

Harga kedua acuan minyak dunia tersebut bertahan kuat di atas US$100 per barel, memperlihatkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar komoditas energi.

Geopolitik Timur Tengah Jadi Pendorong Utama

Faktor terbesar yang menopang kenaikan harga minyak saat ini adalah memanasnya kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kawasan ini merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar dunia. Ketika konflik meningkat, pasar langsung merespons dengan kekhawatiran terhadap potensi terganggunya distribusi pasokan global.

Investor energi khawatir gangguan jalur distribusi strategis dapat mengurangi suplai ke pasar internasional, sehingga mendorong aksi beli besar-besaran dan mengangkat harga minyak.

Ancaman Kelangkaan Pasokan Minyak Global

Selain konflik geopolitik, ancaman kelangkaan pasokan juga memperkuat harga minyak.

Produksi sejumlah negara eksportir minyak utama dilaporkan belum sepenuhnya pulih, sementara permintaan energi dari sektor industri dan transportasi global tetap tinggi.

Ketidakseimbangan antara permintaan dan suplai membuat pasar minyak berada dalam kondisi ketat, sehingga harga sulit turun dalam waktu dekat.

Analis energi memperkirakan apabila pasokan global terus terbatas, harga Brent berpotensi menembus US$110 per barel dalam waktu dekat.

Ketidakpastian Ekonomi Global Perkuat Volatilitas

Pasar juga dibayangi ketidakpastian ekonomi global, mulai dari tekanan inflasi di negara maju, kebijakan suku bunga tinggi bank sentral utama dunia, hingga perlambatan pertumbuhan di sejumlah kawasan ekonomi besar.

Dalam kondisi seperti ini, komoditas energi sering mengalami volatilitas tinggi karena investor mencari lindung nilai terhadap risiko ekonomi.

Kondisi tersebut membuat harga minyak tetap bergerak agresif meski pasar finansial global menunjukkan tekanan.

Dampak Kenaikan Harga Minyak bagi Indonesia

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dunia dapat memberikan tekanan pada berbagai sektor ekonomi, terutama:

Potensi kenaikan biaya impor energi

Risiko meningkatnya inflasi domestik

Tekanan terhadap subsidi energi pemerintah

Pelemahan daya beli masyarakat jika harga BBM naik

Pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan akan terus memantau perkembangan harga energi global untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Prospek Harga Minyak Dunia

Selama ketegangan geopolitik Timur Tengah belum mereda dan pasokan global masih terbatas, harga minyak diperkirakan tetap bertahan tinggi.

Pelaku pasar kini fokus pada perkembangan diplomasi internasional serta keputusan produsen minyak besar dunia terkait penyesuaian produksi.

Jika ketidakpastian global terus meningkat, reli harga minyak berpotensi berlanjut hingga beberapa pekan mendatang.

Hda/Dad