Dolar Terus Menguat, Nyaris Tembus Rp18.000

Dolar AS Hampir Tembus Rp18.000, BI Terus Intervensi Pasar, Kekhawatiran Cadangan Devisa Meningkat

Lintas24jam.com – Jakarta, Sabtu 4 Juli 2026 – Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah pada akhir pekan ini bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Dolar terus menguat pada perdagangan Sabtu (4/7/2026), dolar bahkan sempat diperdagangkan di atas Rp18.000 sebelum akhirnya bergerak turun ke kisaran Rp17.994,40 pada sore hari.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih belum mereda. Level Rp18.000 dinilai sebagai batas psikologis yang dapat memengaruhi kepercayaan pelaku pasar apabila ditembus secara konsisten.

Bank Indonesia Terus Melakukan Intervensi

Di tengah tekanan yang terus meningkat, Bank Indonesia (BI) disebut terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS.

Intervensi dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan mengurangi volatilitas yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi nasional.

Namun, langkah intervensi yang dilakukan secara berulang mulai menjadi perhatian sebagian pelaku pasar. Muncul kekhawatiran bahwa apabila tekanan terhadap rupiah berlangsung dalam waktu yang lama, penggunaan cadangan devisa untuk stabilisasi pasar dapat menjadi salah satu faktor yang terus dipantau investor.

Sentimen Negatif Masih Membayangi Ekonomi Indonesia

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah berbagai sentimen negatif yang masih membayangi perekonomian Indonesia. Investor masih mencermati perkembangan kondisi fiskal, arus modal asing, serta prospek pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap aset berdenominasi dolar AS tetap tinggi, sementara minat terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham domestik, masih cenderung terbatas.

Pelaku pasar berharap stabilitas nilai tukar dapat kembali terjaga melalui kombinasi kebijakan moneter dan fiskal yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.

Investor Diminta Mencermati Fundamental

Sejumlah analis mengingatkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek masih berpotensi mengalami volatilitas. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi, kebijakan Bank Indonesia, serta dinamika pasar global sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, stabilitas cadangan devisa, inflasi, dan arus investasi asing akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah rupiah pada pekan-pekan berikutnya.

Dolar Terus Menguat

Apabila tekanan terhadap dolar AS terus berlanjut, rupiah berpotensi tetap bergerak di kisaran level tinggi. Sebaliknya, membaiknya sentimen pasar dan masuknya kembali aliran modal asing dapat membantu memperkuat nilai tukar rupiah.

Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan dari Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Nilai tukar dolar AS pada Sabtu, 4 Juli 2026, sempat menembus Rp18.000 sebelum ditutup di kisaran Rp17.994,40. Bank Indonesia terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah, sementara pelaku pasar mencermati perkembangan cadangan devisa dan sentimen ekonomi Indonesia.

Hda/Dad