Grab Akuisisi Foodpanda 10T

Grab Akuisisi Foodpanda Taiwan Senilai USD 600 Juta, Ekspansi ke Luar Asia Tenggara

Lintas24jam.com – Perusahaan teknologi asal Singapura, Grab Holdings, tengah dalam proses akuisisi bisnis Foodpanda di Taiwan dengan nilai mencapai USD 600 juta atau sekitar Rp10 triliun. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi Grab ke luar kawasan Asia Tenggara.

Akuisisi ini juga menandai upaya Grab memperluas dominasi di sektor layanan pesan-antar makanan (food delivery) di pasar Asia yang lebih luas.

Ekspansi Strategis ke Taiwan

Selama ini, Grab dikenal sebagai pemain utama di Asia Tenggara. Namun, akuisisi Foodpanda Taiwan menunjukkan ambisi perusahaan untuk masuk ke pasar baru dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Taiwan dinilai sebagai pasar yang matang secara digital, dengan tingkat adopsi layanan pesan-antar yang tinggi serta daya beli masyarakat yang kuat.

Jika akuisisi ini berhasil, Grab akan langsung mendapatkan basis pengguna yang besar serta jaringan operasional yang sudah mapan di Taiwan.

Menunggu Persetujuan Otoritas Taiwan

Meski kesepakatan sudah diumumkan, proses akuisisi ini masih harus menunggu persetujuan dari otoritas persaingan usaha di Taiwan.

Sebelumnya, pada 2025, otoritas Taiwan sempat menolak rencana akuisisi Foodpanda oleh Uber. Penolakan tersebut didasari kekhawatiran akan potensi monopoli atau dominasi pasar di sektor layanan pengantaran makanan.

Oleh karena itu, langkah Grab kali ini juga akan berada di bawah pengawasan ketat regulator untuk memastikan tidak mengganggu persaingan usaha yang sehat.

Kinerja Foodpanda Jadi Daya Tarik

Salah satu faktor yang membuat akuisisi ini menarik adalah kinerja solid Foodpanda di Taiwan. Pada tahun 2025, Foodpanda mencatatkan nilai transaksi bruto (GMV) sebesar USD 1,8 miliar.

Tak hanya itu, bisnis ini juga telah mencapai profitabilitas pada level EBITDA, yang menunjukkan efisiensi operasional dan potensi keuntungan jangka panjang.

Kondisi ini membuat Foodpanda menjadi aset strategis yang dapat langsung memberikan kontribusi positif bagi Grab.

Target Tambahan EBITDA hingga USD 60 Juta

Grab menargetkan bahwa akuisisi ini akan memberikan tambahan EBITDA sebesar USD 60 juta pada tahun 2028.

Proyeksi ini didorong oleh sinergi operasional, efisiensi biaya, serta potensi peningkatan pangsa pasar setelah integrasi bisnis.

Jika target tersebut tercapai, akuisisi ini tidak hanya memperluas jangkauan geografis Grab, tetapi juga memperkuat fundamental keuangan perusahaan.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski menjanjikan, langkah Grab tidak lepas dari tantangan. Selain faktor regulasi, persaingan di pasar Taiwan juga cukup ketat dengan kehadiran berbagai pemain lokal dan global.

Namun, dengan pengalaman operasional di berbagai negara Asia Tenggara, Grab memiliki modal kuat untuk bersaing dan beradaptasi di pasar baru.

Akuisisi ini juga bisa menjadi pintu masuk bagi ekspansi lebih luas ke kawasan Asia Timur di masa depan.

Hda/Dad

Sumber

Source: X https://share.google/KGVSiTw6ASrGXjnJp

Iklan