Harga Minyak Dunia Hari Ini Kamis 9 April 2026 Anjlok Tajam

WTI Turun ke US$97,11 dan Brent ke US$97,82 per Barel

Lintas24jam.com – Harga minyak dunia hari ini, Kamis 9 April 2026, mengalami penurunan tajam seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun ke level US$97,11 per barel, sementara minyak mentah Brent ikut merosot ke US$97,82 per barel.

Penurunan ini menandai koreksi signifikan dibanding perdagangan hari Selasa, ketika harga minyak WTI masih berada di kisaran US$105 per barel dan Brent bahkan sempat menyentuh US$116 per barel. Dalam waktu hanya dua hari, pasar energi global mengalami perubahan drastis setelah muncul sentimen positif dari perkembangan geopolitik Timur Tengah.

Gencatan Senjata Iran Jadi Pemicu Utama Harga Minyak Turun

Faktor terbesar yang menekan harga minyak dunia adalah kabar mengenai gencatan senjata dalam konflik Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel. Setelah beberapa pekan pasar dilanda kekhawatiran perang besar di kawasan Teluk, kini ketegangan mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pelaku pasar merespons cepat perkembangan tersebut dengan menurunkan premi risiko geopolitik pada harga minyak. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak karena pasar khawatir konflik akan mengganggu pasokan energi global, khususnya dari kawasan Timur Tengah yang merupakan produsen utama minyak dunia.

Namun dengan munculnya sinyal de-eskalasi, kekhawatiran akan gangguan pasokan mulai berkurang sehingga harga minyak terkoreksi tajam.

Pembukaan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Lebih Dalam

Selain sentimen gencatan senjata, faktor lain yang turut menekan harga minyak adalah mulai dibukanya Selat Hormuz secara bertahap untuk aktivitas pelayaran internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi paling vital di dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut. Sebelumnya, ancaman penutupan atau gangguan di selat ini menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak beberapa hari terakhir.

Kini dengan kondisi yang mulai membaik dan kapal-kapal kembali diperbolehkan melintas secara bertahap, pasar menilai risiko terganggunya distribusi minyak dunia telah jauh menurun.

Normalisasi jalur pelayaran ini menjadi sinyal penting bahwa pasokan energi dari Timur Tengah dapat kembali stabil dalam waktu dekat.

Geopolitik Timur Tengah Lebih Stabil

Selain faktor teknis di Selat Hormuz, kondisi geopolitik Timur Tengah yang lebih stabil secara umum turut memperkuat tekanan turun pada harga minyak.

Investor mulai menilai bahwa kemungkinan konflik meluas ke negara-negara produsen minyak lain semakin kecil. Dengan demikian, pasar tidak lagi memberikan premium tinggi terhadap risiko geopolitik seperti yang terjadi awal pekan ini.

Stabilitas kawasan menjadi faktor penting karena selama beberapa hari terakhir pasar global sangat sensitif terhadap setiap perkembangan konflik di Timur Tengah.

Penurunan Harga Sangat Signifikan dalam Dua Hari

Jika dibandingkan dengan perdagangan hari Selasa, koreksi harga minyak saat ini tergolong sangat tajam:

WTI: dari US$105 turun ke US$97,11 per barel

Brent: dari US$116 turun ke US$97,82 per barel

Penurunan ini menunjukkan pasar sedang melakukan repricing besar-besaran setelah sebelumnya harga minyak melonjak akibat panic buying dan kekhawatiran perang.

Koreksi lebih dari US$8 untuk WTI dan hampir US$18 untuk Brent dalam waktu singkat menjadi salah satu penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Dampak Positif bagi Ekonomi Global

Turunnya harga minyak dunia membawa dampak positif bagi banyak negara, terutama negara importir energi seperti Indonesia. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi:

Menekan Inflasi Energi

Harga BBM dan biaya transportasi berpotensi lebih stabil jika tren penurunan minyak berlanjut.

  • Mengurangi Beban Impor Energi
  • Negara pengimpor minyak akan diuntungkan karena biaya pembelian energi menurun.
  • Menjaga Stabilitas Fiskal
  • Pemerintah dapat lebih mudah mengendalikan subsidi energi dan tekanan anggaran.
  • Mendorong Sentimen Pasar

Pasar saham global biasanya merespons positif turunnya harga minyak jika penurunan dipicu stabilitas geopolitik.

Risiko Tetap Ada di Pasar Minyak

Meski harga minyak turun tajam, analis mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih tinggi. Gencatan senjata yang terjadi saat ini belum tentu bersifat permanen, sehingga risiko pembalikan arah harga tetap ada kapan saja.

Jika konflik kembali memanas atau pembukaan Selat Hormuz terganggu, harga minyak bisa kembali melonjak dengan cepat.

Selain faktor geopolitik, pasar juga masih memantau:

  • Kebijakan produksi OPEC+
  • Permintaan energi dari China dan AS
  • Data stok minyak mentah mingguan AS
  • Prospek pertumbuhan ekonomi global

Peluang Harga Minyak Kembali di Bawah US$95?

Jika stabilitas Timur Tengah terus membaik dalam beberapa hari ke depan, sejumlah analis memperkirakan harga minyak berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$90–95 per barel.

Kesimpulan

Harga minyak dunia hari ini Kamis 9 April 2026 mengalami penurunan tajam dengan WTI turun ke US$97,11 per barel dan Brent merosot ke US$97,82 per barel. Koreksi besar ini dipicu oleh sentimen positif dari gencatan senjata Iran versus AS-Israel, pembukaan Selat Hormuz secara bertahap, serta stabilitas geopolitik Timur Tengah yang mulai membaik.

Hda/Dad