Penjual Bunga di Purwokerto Mulai Sepi Order Usai Lebaran, Omzet Turun Drastis hingga 90 Persen
Lintas24jam.com – PURWOKERTO – Usaha penjualan bunga musiman di kawasan Jalan Penatusan, Purwokerto, Banyumas, mulai mengalami penurunan omzet signifikan setelah masa puncak penjualan selama Ramadan dan Lebaran berakhir. Para pedagang mengaku order bunga kini menurun tajam dibandingkan saat musim ramai.
Salah satu pedagang bunga, Bu Mur, yang telah berjualan hampir 10 tahun di kawasan tersebut, mengatakan bahwa penjualan bunga selalu melonjak saat memasuki bulan puasa hingga momen Lebaran. Namun setelah hari raya usai, kondisi pasar berubah drastis.
Lebaran Ramai
“Kalau pas Ramadan sampai Lebaran, jualan sangat ramai. Bisa habis 50 sampai 70 keranjang atau plastik bunga per hari,” ujar Bu Mur saat ditemui di lapaknya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, bunga jenis sedap malam juga menjadi salah satu produk paling laris selama musim ramai. Dalam sehari, ia mampu menjual hingga 100 batang bunga sedap malam kepada pelanggan.
Namun kini, sehari setelah periode Lebaran berakhir, jumlah penjualan anjlok tajam. Bu Mur mengaku hanya mampu menjual sekitar 3 hingga 5 plastik bunga per hari, ditambah beberapa batang bunga sedap malam.
Harga Bunga Turun Tajam Demi Menarik Pembeli
Tidak hanya volume penjualan yang menurun, harga jual bunga juga ikut mengalami penyesuaian demi menarik minat pembeli di tengah lesunya permintaan.
Saat peak season Ramadan dan Lebaran, satu plastik bunga mawar berisi sekitar 100 kuntum biasanya dijual dengan harga Rp50 ribu hingga Rp70 ribu. Namun kini, harga tersebut turun menjadi hanya Rp30 ribu per plastik.
Sementara untuk bunga sedap malam, harga yang sebelumnya mencapai Rp30 ribu per batang saat musim ramai, kini turun drastis menjadi Rp10 ribu per batang.
“Sekarang pembeli sudah jauh berkurang, jadi harga juga diturunkan supaya tetap ada yang beli,” tambahnya.
Faktor Musiman Pengaruhi Omzet Pedagang Bunga
Fenomena penurunan omzet pedagang bunga usai Lebaran dinilai sebagai siklus musiman yang rutin terjadi setiap tahun. Permintaan bunga meningkat selama Ramadan dan Idulfitri karena kebutuhan ziarah makam, dekorasi, hingga tradisi tabur bunga.
Namun setelah periode tersebut berlalu, permintaan masyarakat kembali normal sehingga penjualan ikut melandai.
Meski demikian, para pedagang berharap penjualan kembali meningkat menjelang momentum tertentu seperti tradisi nyadran, haul, hingga hari besar keagamaan lainnya.
Hda/Dad
Baca Juga :



