Harga Minyak Dunia Meledak! Tembus US$104 per Barel

Harga Minyak Dunia Tembus US$104 per Barel, Ancaman Blokade Selat Hormuz Picu Kepanikan Global

Lintas24jam.com – Harga minyak dunia pada Senin, 13 April 2026, mengalami lonjakan signifikan di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global.

Berikut rincian harga minyak terbaru:

Brent Crude: sekitar US$101,81 – US$102,93 per barel

WTI (West Texas Intermediate): sekitar US$104,44 – US$104,88 per barel

Kenaikan ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir dan langsung menarik perhatian pelaku pasar energi global.

Ancaman Blokade Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Lonjakan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait ancaman blokade Selat Hormuz.

Situasi ini terjadi setelah gagalnya perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap kelancaran distribusi minyak dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dapat langsung berdampak besar terhadap harga energi dunia.

Pasar Global Bereaksi Cepat

Pasar energi merespons cepat perkembangan ini dengan aksi beli besar-besaran. Investor khawatir pasokan minyak akan terganggu jika konflik semakin memburuk.

Beberapa dampak langsung yang terjadi:

  • Harga minyak melonjak tajam dalam waktu singkat
  • Volatilitas pasar energi meningkat
  • Kekhawatiran krisis energi global kembali muncul

Kondisi ini memperkuat sentimen bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap isu geopolitik.

Dampak ke Ekonomi Global dan Indonesia

Kenaikan harga minyak dunia berpotensi membawa dampak luas, termasuk bagi Indonesia.

1. Tekanan Inflasi Meningkat

Harga energi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa secara global.

2. Beban Impor Energi Membengkak

Indonesia sebagai negara pengimpor minyak akan menghadapi biaya impor yang lebih tinggi.

3. Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah

Lonjakan harga minyak sering kali diikuti pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Prospek Harga Minyak ke Depan

Analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik jika:

  • Konflik AS–Iran terus memanas
  • Ancaman blokade Selat Hormuz benar-benar terjadi
  • Pasokan minyak global terganggu

Sebaliknya, jika ada kesepakatan damai atau ketegangan mereda, harga minyak bisa kembali stabil.

Kesimpulan

Lonjakan harga minyak dunia pada 13 April 2026 menjadi sinyal kuat bahwa faktor geopolitik masih menjadi penentu utama pergerakan pasar energi.

Dengan Brent di kisaran US$102 dan WTI menembus US$104 per barel, dunia kembali dihadapkan pada risiko krisis energi. Ancaman blokade Selat Hormuz menjadi faktor krusial yang harus terus dipantau oleh pelaku pasar global.

Hda/Dad

Baca Juga :

IHSG Terbang ke 7.500! Emiten Kompak Menghijau