Pep Guardiola Mundur dari Manchester City, Era Keemasan 10 Tahun Resmi Berakhir
Lintas24jam.com – Kabar mengejutkan datang dari Liga Inggris. Setelah Manchester United resmi memermanenkan Michael Carrick sebagai pelatih utama, rival sekota mereka, Manchester City, justru diguncang keputusan besar: Pep Guardiola resmi mundur dari kursi pelatih di akhir musim 2025/2026.
Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola modern. Setelah satu dekade membangun dinasti di Etihad Stadium, Guardiola memilih mengakhiri perjalanannya bersama The Citizens.
Pengumuman tersebut langsung mengguncang dunia sepak bola dan memunculkan spekulasi besar mengenai siapa sosok yang akan menjadi penerus sang maestro asal Spanyol itu.
Pep Guardiola Akhiri 10 Tahun Penuh Trofi di Manchester City
Pep Guardiola datang ke Manchester City pada 2016 dengan ekspektasi tinggi. Selama 10 tahun memimpin, ia bukan hanya memenuhi ekspektasi, tetapi juga mengubah City menjadi salah satu klub terbaik dunia.
Berikut daftar prestasi luar biasa Guardiola bersama Manchester City:
Premier League
Juara 6 kali (2017–18, 2018–19, 2020–21, 2021–22, 2022–23, 2023–24)
UEFA Champions League
Juara 1 kali (2022–23)
FA Cup
Juara 3 kali (2018–19, 2022–23, 2025–26)
Carabao Cup
Juara 5 kali (2017–18, 2018–19, 2019–20, 2020–21, 2025–26)
FA Community Shield
Juara 3 kali (2018, 2019, 2024)
UEFA Super Cup
Juara 1 kali (2023)
FIFA Club World Cup
Juara 1 kali (2023)
Total, Guardiola mempersembahkan 20 trofi mayor untuk Manchester City dan menjadikan klub itu kekuatan dominan di Inggris serta disegani di Eropa.
Guardiola Tinggalkan Warisan Besar
Lebih dari sekadar trofi, Guardiola meninggalkan identitas permainan khas yang revolusioner.
Manchester City di bawah arahannya dikenal dengan penguasaan bola dominan, pressing tinggi, fleksibilitas taktik, dan kemampuan beradaptasi luar biasa.
Ia juga mengembangkan banyak pemain menjadi bintang kelas dunia, mulai dari Phil Foden, Erling Haaland, Rodri, hingga sejumlah talenta muda akademi.
Tak sedikit pihak menyebut Guardiola sebagai pelatih terbesar dalam sejarah Manchester City.
Manchester City Bergerak Cari Pengganti
Tak ingin terlalu lama berada dalam ketidakpastian, manajemen City dikabarkan langsung bergerak cepat mencari suksesor.
Sejumlah nama besar masuk radar utama:
Enzo Maresca
Nama terdepan untuk menggantikan Guardiola. Maresca pernah menjadi asisten Pep di City dan sangat memahami filosofi permainan klub.
Kedekatan taktik serta pengalamannya bersama struktur internal City membuatnya jadi kandidat ideal.
Julian Nagelsmann
Pelatih muda asal Jerman dikenal inovatif dan modern. Kemampuannya meracik taktik fleksibel membuatnya cocok melanjutkan fondasi yang dibangun Pep.
Jurgen Klopp
Nama mengejutkan yang ikut dikaitkan. Meski identik dengan Liverpool, pengalaman dan mental juaranya menjadikannya opsi menarik jika bersedia kembali ke Premier League.
Mauricio Pochettino
Pelatih asal Argentina ini punya pengalaman panjang di Liga Inggris dan dikenal piawai membangun proyek jangka panjang.
Luis Enrique
Eks pelatih Barcelona dan timnas Spanyol ini dinilai punya DNA sepak bola menyerang yang sejalan dengan filosofi City.
Era Baru Rivalitas Manchester Semakin Panas
Keputusan Guardiola mundur datang di saat rival sekota mereka, Manchester United, justru memulai era baru bersama Michael Carrick.
Hal ini membuat peta persaingan Liga Inggris musim depan semakin menarik.
Jika Carrick sukses membangkitkan Setan Merah, sementara City memulai proyek baru pasca-Guardiola, maka rivalitas klasik Manchester dipastikan kembali memanas seperti era terbaik mereka.
Akhir Sebuah Dinasti
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City dengan kepala tegak.
Ia datang membawa harapan, lalu pergi sebagai legenda.
Dalam 10 tahun, ia mengubah City dari klub kaya menjadi institusi sepak bola elite dengan standar juara dunia.
Kini pertanyaan besar muncul: siapa yang cukup besar untuk menggantikan Pep Guardiola?
Satu hal yang pasti, Liga Inggris resmi kehilangan salah satu pelatih terhebat sepanjang masa. Era Guardiola di Manchester City telah selesai, tetapi warisannya akan hidup selamanya di Etihad Stadium.
Hda/Dad



