Dollar Menggila! Tembus Rp18.250

Dollar Rp18.250 Di Pasar Spot, Perating Beri Teguran Keras atas Kebijakan Boros dan Fundamental Ekonomi yang Disorot

Lintas24jam – Jakarta, 8 Juni 2026 – Tekanan terhadap rupiah kembali meningkat pada awal pekan ini. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terus menguat terhadap mata uang Indonesia.

Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia pada Senin pagi, 8 Juni 2026, kurs dolar tercatat di level Rp18.095. Angka tersebut menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan rupiah.

Dollar Rp18.250

Sementara itu, di pasar spot, dolar dilaporkan telah diperdagangkan di atas Rp18.250. Pergerakan ini menunjukkan tekanan yang masih sangat kuat terhadap rupiah.

Pelaku pasar kini semakin mencermati kondisi fundamental ekonomi nasional. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi menjadi perhatian utama investor.

Sejumlah analis menilai pasar sedang mengirimkan sinyal peringatan kepada pemerintah. Investor menuntut kepastian kebijakan dan disiplin fiskal yang lebih kuat.

Program Pro Rakyat Kena Tegur

Program-program yang diklaim pro rakyat mendapat sorotan tajam dari pelaku pasar. Sebab, sebagian kebijakan dianggap membutuhkan anggaran sangat besar.

Pasar khawatir belanja pemerintah yang terus meningkat dapat memperlebar risiko fiskal. Kekhawatiran tersebut memengaruhi sentimen investasi di Indonesia.

Investor global biasanya sangat sensitif terhadap risiko fiskal. Mereka akan mengalihkan dana ke negara yang dianggap lebih aman.

Tekanan Luar Negeri

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari dalam negeri. Faktor eksternal juga berperan besar dalam penguatan dolar Amerika Serikat.

Harga minyak dunia yang kembali meningkat menjadi salah satu penyebab utama. Kenaikan harga energi memperbesar tekanan terhadap negara pengimpor minyak.

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dari sisi kebutuhan energi. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban impor nasional.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global masih membayangi pasar keuangan dunia. Investor cenderung mencari aset yang dianggap aman.

Dolar Masih Jadi Primadona

Dolar Amerika Serikat masih menjadi pilihan utama saat ketidakpastian meningkat. Akibatnya, permintaan dolar terus mengalami kenaikan.

Arus modal asing juga menjadi perhatian penting. Jika investor asing menarik dana, tekanan terhadap rupiah dapat semakin besar.

Pasar saat ini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah dan Bank Indonesia. Stabilitas ekonomi menjadi faktor yang sangat menentukan.

Intervensi BI

Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan berbagai upaya stabilisasi. Intervensi pasar dan pengelolaan likuiditas menjadi instrumen utama.

Namun, banyak ekonom menilai kebijakan moneter tidak cukup bekerja sendiri. Dukungan kebijakan fiskal yang kredibel juga sangat diperlukan.

Kepercayaan pasar merupakan aset yang sangat penting. Sekali kepercayaan menurun, pemulihannya membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Kesimpulan

Pergerakan dolar menuju Rp18.250 menjadi alarm bagi seluruh pemangku kebijakan. Pasar sedang menguji ketahanan ekonomi Indonesia.

Dalam jangka pendek, arah rupiah masih sangat bergantung pada sentimen global. Namun, faktor domestik tetap menjadi penentu utama.

Investor akan terus mencermati kualitas kebijakan pemerintah. Mereka juga mengawasi kondisi fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika kepercayaan pasar kembali membaik, tekanan terhadap rupiah dapat mereda. Sebaliknya, ketidakpastian berpotensi memperpanjang penguatan dolar.

Saat ini, pasar sedang menyampaikan pesan yang jelas. Stabilitas, kredibilitas, dan disiplin kebijakan menjadi kebutuhan utama ekonomi Indonesia.

Hda/Dad