Harga Minyak Dunia Naik, Minyak Mentah Tembus US$74,27 per Barel, Brent US$78,80 Akibat Memanasnya Konflik di Selat Hormuz
Lintas24jam.com – Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026 – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik ke US$74,27 per barel, sementara Brent menguat ke US$78,80 per barel. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali mengancam pasokan energi global.
Konflik Selat Hormuz Kembali Memanas
Pasar energi global kembali diguncang setelah meningkatnya aksi militer di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute terpenting distribusi minyak dunia. Laporan terbaru menyebutkan adanya serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target Iran, yang memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan jalur pelayaran minyak dan memperburuk prospek tercapainya perdamaian di kawasan.
Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi menghambat distribusi energi global dan mendorong kenaikan harga minyak apabila eskalasi konflik terus berlanjut.
Ketidakpastian Global Masih Membayangi
Selain konflik geopolitik, pelaku pasar juga masih dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global. Kekhawatiran terhadap inflasi, rantai pasok energi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat volatilitas di pasar komoditas tetap tinggi.
Di sisi lain, berbagai wilayah di Eropa sedang menghadapi gelombang panas ekstrem yang dikaitkan dengan penguatan fenomena El Niño. Cuaca panas berkepanjangan meningkatkan kebutuhan energi, terutama listrik untuk pendingin udara, sehingga turut mendukung permintaan energi global. Perlu dicatat, istilah “El Nino Godzilla” bukan merupakan klasifikasi ilmiah resmi, meskipun media kadang menggunakannya untuk menggambarkan El Niño yang sangat kuat.
Harga Minyak Dunia Naik
Sejumlah analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi bergerak fluktuatif selama konflik di Timur Tengah belum mereda. Risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk Persia diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah harga minyak dunia dalam jangka pendek.
Dampak bagi Indonesia
Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan biaya impor energi, memberikan tekanan terhadap inflasi, serta menambah beban subsidi energi apabila tren kenaikan berlangsung dalam waktu yang lama.
Hda/Dad



