Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi Pasca Lebaran 2026
Lintas24jam.com – Pasca perayaan Lebaran 2026, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah masih menjadi perhatian masyarakat. Alih-alih mengalami penurunan signifikan setelah momen hari raya, sejumlah komoditas justru masih bertahan di level tinggi, terutama pada komoditas cabai dan bahan pangan protein hewani.
Kondisi ini membuat daya beli masyarakat sedikit tertekan, terutama bagi kalangan rumah tangga yang masih dalam fase pemulihan keuangan usai pengeluaran besar selama Lebaran.
Harga Kebutuhan Pokok Terbaru di Tingkat Eceran
Berdasarkan pantauan di tingkat eceran, berikut daftar harga sejumlah bahan pokok yang masih relatif tinggi:
- Cabe rawit merah: Rp98.650 per kilogram
- Cabe merah besar: Rp54.720 per kilogram
- Cabe rawit hijau: Rp62.430 per kilogram
- Gula pasir lokal: Rp18.180 per kilogram
- Daging sapi lokal: Rp149.045 per kilogram
- Ayam potong: Rp43.120 per kilogram
- Telur ayam ras: Rp33.210 per kilogram
Harga cabai rawit merah menjadi yang paling mencolok karena hampir menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram. Tingginya harga cabai ini umumnya dipicu oleh gangguan pasokan akibat faktor cuaca serta distribusi yang belum sepenuhnya stabil setelah lonjakan permintaan saat Lebaran.
Faktor Penyebab Harga Masih Tinggi
Sejumlah faktor menjadi penyebab utama harga bahan pokok belum turun pasca Lebaran. Pertama, distribusi logistik yang belum sepenuhnya normal setelah arus mudik dan balik. Kedua, produksi dari petani yang belum optimal, khususnya pada komoditas hortikultura seperti cabai.
Selain itu, permintaan yang masih cukup tinggi juga membuat harga belum terkoreksi signifikan. Beberapa pedagang bahkan menyebutkan bahwa stok di tingkat pasar tradisional belum sepenuhnya pulih.
Dampak bagi Masyarakat
Harga bahan pokok yang masih tinggi tentu berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Komoditas seperti daging sapi, ayam, dan telur yang menjadi sumber protein utama masih berada di level harga yang cukup tinggi.
Hal ini berpotensi memicu penyesuaian pola konsumsi masyarakat, seperti beralih ke bahan pangan alternatif yang lebih terjangkau.
Harapan Stabilitas Harga
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, baik melalui operasi pasar, peningkatan distribusi, maupun menjaga pasokan dari daerah sentra produksi. Stabilitas harga menjadi penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali pasca momentum besar seperti Lebaran.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja serta memprioritaskan kebutuhan utama agar pengeluaran tetap terkendali di tengah harga bahan pokok yang masih tinggi.
Hda/Dad
Source: SP2KP https://share.google/AkUg23GlGQ8FJFkgF



