Rupiah Tertekan Geopolitik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak
Lintas24jam.com – Nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah kembali menunjukkan penguatan pada Rabu, 8 April 2026. Berdasarkan data terbaru, harga jual dolar AS berada di level Rp17.224, menandai tekanan lanjutan terhadap Rupiah di pasar keuangan.
Rupiah Tertekan
Pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang belum mereda membuat investor global cenderung mencari aset aman seperti dolar AS, sehingga permintaan terhadap mata uang tersebut meningkat signifikan.
Selain faktor geopolitik, inflasi global juga membuat rupiah tertekan. Banyak negara besar masih berjuang menekan laju inflasi, yang berdampak pada kebijakan moneter ketat dan penguatan mata uang utama dunia, terutama Dolar AS.
Lonjakan Harga Minyak
Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia turut memperparah kondisi. Kenaikan harga energi global memberikan tekanan tambahan bagi negara importir seperti Indonesia, karena meningkatkan kebutuhan devisa untuk impor minyak. Hal ini secara langsung berdampak pada melemahnya nilai tukar Rupiah.
Para analis memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi dalam waktu dekat, seiring belum adanya tanda-tanda meredanya konflik di Timur Tengah. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin Dolar AS akan terus menguat dan menekan rupiah lebih dalam.
Intervensi BI
Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk intervensi pasar dan penguatan cadangan devisa.
Hda/Dad
Baca Juga :



