Netanyahu Ancam Balasan Keras ke Iran: “Kami Akan Mengejar Mereka Secara Pribadi”
Lintas24jam.com – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah serangan drone dan misil dari Iran terus menggempur wilayah Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan balasan keras dan terarah, bahkan hingga memburu para pemimpin Iran secara langsung.
Dalam wawancara dengan AFP, Netanyahu menyampaikan pernyataan tegas terkait respons Israel terhadap serangan tersebut.
“Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi,” ujar Netanyahu.
Pernyataan ini mempertegas eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang semakin terbuka dan berpotensi meluas ke kawasan regional.
Sirene Serangan Menggema Tiap Hari
Situasi di Israel dilaporkan semakin mencekam. Sirene peringatan serangan udara terus meraung hampir setiap hari, baik siang maupun malam, sebagai respons atas gempuran drone dan misil yang diluncurkan Iran.
Warga di berbagai kota besar Israel terpaksa hidup dalam bayang-bayang ancaman serangan udara. Aktivitas publik terganggu, sementara militer Israel terus meningkatkan sistem pertahanan udara untuk menahan gelombang serangan.
Serangan yang berulang ini menandai perubahan signifikan dalam konflik, dari sebelumnya lebih banyak melibatkan proxy, kini mengarah pada konfrontasi langsung antara dua negara.
Israel Siapkan Serangan Balasan
Pernyataan Netanyahu mengindikasikan bahwa Israel tidak hanya akan bertahan, tetapi juga bersiap melakukan serangan balasan yang lebih agresif. Target yang disebutkan mencakup:
- Pemimpin Iran
- Instalasi militer dan strategis
- Aset ekonomi
Langkah ini berpotensi meningkatkan risiko perang skala besar di Timur Tengah, mengingat Iran juga diperkirakan tidak akan tinggal diam.
Konflik Diprediksi Belum Berakhir
Pengamat menilai bahwa konflik Israel-Iran saat ini masih jauh dari kata selesai. Intensitas serangan yang terus meningkat menunjukkan bahwa kedua pihak masih memiliki kapasitas dan niat untuk melanjutkan konfrontasi.
Selain itu, keterlibatan kepentingan global dan posisi strategis kawasan Timur Tengah membuat konflik ini berisiko meluas dan berdampak pada stabilitas dunia, termasuk sektor energi dan ekonomi global.
Dampak Global Mulai Terasa
Eskalasi konflik Israel dan Iran turut memicu kekhawatiran di pasar global, terutama terkait pasokan energi. Jalur distribusi minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah menjadi titik rawan jika konflik semakin meluas.
Sejumlah analis bahkan memprediksi harga minyak dunia bisa kembali melonjak tajam apabila situasi terus memburuk.
Konflik Semakin Meluas
Pernyataan keras Benjamin Netanyahu menandai babak baru dalam konflik Israel-Iran yang semakin terbuka dan berbahaya. Dengan serangan yang terus berlangsung dan ancaman balasan yang semakin agresif, perang di kawasan ini tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Hda/Dad
Sumber :



