Harga Minyak Dunia Hari Ini 5 Mei 2026 Turun: WTI di US$104,519 dan Brent US$113,035 per Barel, Analis Ingatkan Volatilitas Tinggi
Lintas24jam.com – Harga minyak mentah dunia pada Selasa, 5 Mei 2026, mengalami penurunan tipis di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Berdasarkan data terbaru, harga West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$104,519 per barel, sementara Brent Crude tercatat di US$113,035 per barel.
Meski mengalami koreksi, para analis mengingatkan bahwa harga minyak masih berada di zona tinggi dan berpotensi kembali berfluktuasi dalam beberapa hari ke depan.
Harga Minyak Turun, Tapi Risiko Masih Tinggi
Penurunan harga minyak hari ini dinilai sebagai koreksi teknikal setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan akibat ketegangan geopolitik. Namun, kondisi global saat ini belum stabil, sehingga pergerakan harga masih sangat rentan.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga minyak saat ini antara lain:
Konflik geopolitik di Timur Tengah
Ketidakpastian pasokan energi global
Pergerakan dolar AS
Kekhawatiran inflasi global
Dengan kombinasi faktor tersebut, pasar energi diperkirakan akan tetap bergejolak dalam jangka pendek.
Konflik Iran vs AS-Israel Belum Mereda
Salah satu faktor paling dominan adalah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak, terutama dari kawasan Timur Tengah yang merupakan pusat produksi energi dunia.
Selama konflik ini belum menemukan titik terang, harga minyak cenderung tetap berada di level tinggi meskipun mengalami fluktuasi harian.
Pasar global sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, terutama jika menyangkut jalur distribusi minyak strategis seperti Selat Hormuz.
Harga Ekonomian Minyak di Level US$115 per Barel
Sejumlah analis menilai bahwa harga keekonomian minyak saat ini berada di kisaran US$115 per barel. Artinya, meskipun hari ini harga mengalami penurunan, potensi kenaikan masih terbuka lebar.
Level ini dianggap sebagai titik keseimbangan antara permintaan dan risiko pasokan global. Jika tekanan geopolitik meningkat, harga bisa kembali mendekati atau bahkan melampaui angka tersebut.
Sebaliknya, jika situasi mereda, harga minyak berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut.
Potensi Fluktuasi Dalam Sepekan ke Depan
Dalam jangka pendek, harga minyak diprediksi akan bergerak naik turun dengan volatilitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh:
1. Perkembangan Konflik
Setiap eskalasi atau deeskalasi konflik akan langsung memengaruhi harga.
2. Sentimen Pasar
Investor global cenderung bereaksi cepat terhadap berita geopolitik.
3. Data Ekonomi Global
Rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi juga akan memengaruhi permintaan energi.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap pergerakan harga yang tidak stabil.
Inflasi Global Jadi Ancaman Nyata
Kenaikan harga minyak memiliki dampak langsung terhadap inflasi global. Biaya energi yang tinggi akan meningkatkan harga produksi dan distribusi barang.
Akibatnya:
Harga barang dan jasa meningkat
Daya beli masyarakat menurun
Tekanan terhadap kebijakan moneter meningkat
Banyak negara kini menghadapi dilema antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Dampak bagi Indonesia
Bagi Indonesia, fluktuasi harga minyak dunia memiliki dampak signifikan, antara lain:
Dampak Negatif:
Beban subsidi energi meningkat
Tekanan terhadap APBN
Potensi kenaikan harga BBM
Dampak Positif:
Penerimaan negara dari sektor energi bisa meningkat
Ekspor komoditas energi menjadi lebih menguntungkan
Namun secara keseluruhan, volatilitas harga minyak tetap menjadi tantangan bagi stabilitas ekonomi nasional.
Peran Dolar AS dalam Pergerakan Harga
Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS juga turut memengaruhi harga minyak. Minyak yang diperdagangkan dalam dolar membuat harga menjadi lebih mahal bagi negara dengan mata uang lain.
Kondisi ini dapat menekan permintaan global, yang pada akhirnya berdampak pada pergerakan harga minyak.
Prospek Harga Minyak ke Depan
Melihat kondisi saat ini, prospek harga minyak dalam jangka pendek cenderung fluktuatif. Beberapa skenario yang mungkin terjadi:
- Jika konflik meningkat: harga minyak bisa kembali naik mendekati US$115 per barel atau lebih
- Jika konflik mereda: harga berpotensi turun secara bertahap
- Jika inflasi global meningkat: permintaan bisa melemah
Pasar energi saat ini berada dalam fase sensitif, di mana faktor eksternal sangat dominan dalam menentukan arah harga.
Kesimpulan
Harga minyak dunia pada Selasa, 5 Mei 2026, mengalami penurunan dengan WTI di US$104,519 per barel dan Brent di US$113,035 per barel. Meski turun, kondisi pasar masih jauh dari stabil.
Konflik Iran vs AS-Israel yang belum berakhir, ditambah tekanan inflasi global, membuat harga minyak berpotensi terus berfluktuasi dalam waktu dekat.
Analis mengingatkan bahwa level US$115 per barel masih menjadi acuan keekonomian minyak saat ini, sehingga potensi kenaikan kembali tetap terbuka.
Bagi pelaku pasar dan pemerintah, kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika harga energi yang semakin tidak menentu di tengah ketidakpastian global.
Hda/Dad
Baca Juga :



