Dolar AS Hari Ini Kamis 7 Mei 2026 Tembus Rp17.790, BI Terus Intervensi Pasar
Lintas24jam.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berada dalam tekanan. Pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp17.790, mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
BI Terus Lakukan Intervensi
Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi guna menjaga pergerakan rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah intervensi di pasar valuta asing serta pasar sekunder melalui pembelian SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia).
Langkah ini dilakukan untuk:
Menjaga likuiditas pasar
Menahan volatilitas rupiah
Menarik aliran dana asing kembali masuk ke pasar domestik
Bank Indonesia juga terus memperkuat strategi triple intervention di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar obligasi.
Konflik Timur Tengah Jadi Sentimen Utama
Gejolak geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama penguatan dolar AS secara global. Ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas global.
Akibatnya, investor cenderung:
Beralih ke aset aman (safe haven)
Memburu dolar AS dan emas
Mengurangi eksposur di pasar emerging market
Situasi ini membuat tekanan terhadap rupiah semakin besar.
Faktor Musiman Bulan Haji Ikut Pengaruhi Rupiah
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari faktor musiman menjelang musim haji.
Permintaan dolar AS biasanya meningkat karena:
Pembayaran kebutuhan perjalanan haji dan umrah
Kebutuhan impor musiman
Transaksi valas untuk sektor perjalanan internasional
Peningkatan permintaan valas ini turut mempersempit pasokan dolar di dalam negeri.
Pasar Masih Waspadai Arah Kebijakan Global
Pelaku pasar juga masih menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Jika bank sentral AS tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, maka dolar berpotensi tetap kuat dalam jangka pendek.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam menjaga stabilitas mata uang dan arus modal asing.
Dampak terhadap Ekonomi Domestik
Pelemahan rupiah dapat memberikan dampak pada beberapa sektor:
Kenaikan biaya impor
Tekanan terhadap harga bahan baku
Potensi kenaikan inflasi
Beban utang luar negeri meningkat
Namun di sisi lain, sektor ekspor tertentu bisa mendapatkan keuntungan dari nilai tukar yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Kurs dolar AS yang mencapai Rp17.790 pada Kamis 7 Mei 2026 menunjukkan tekanan global terhadap rupiah masih cukup besar. Konflik Timur Tengah dan faktor musiman bulan haji menjadi sentimen utama penguatan dolar.
Bank Indonesia terus bergerak aktif melakukan intervensi melalui pasar valas dan pembelian SRBI demi menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Pelaku pasar kini berharap situasi geopolitik global segera mereda agar tekanan terhadap rupiah dapat berkurang dalam beberapa waktu ke depan.
Hda/Dad
Baca Juga :



