Nilai Tukar Dolar AS Hari Ini Jumat 8 Mei 2026 Tembus Rp17.871, Rupiah Masih Tertekan
Lintas24jam.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali menguat menjelang akhir pekan, Jumat 8 Mei 2026. Kurs dolar AS tercatat berada di level Rp17.871 per dolar AS, menunjukkan tekanan yang masih besar terhadap mata uang rupiah di pasar keuangan.
Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya sentimen negatif terhadap kondisi fiskal pemerintah Indonesia, ketidakpastian ekonomi global, hingga memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga menilai intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar domestik maupun luar negeri masih belum cukup kuat untuk meredam tekanan terhadap rupiah.
Sentimen Fiskal Pemerintah Jadi Sorotan Pasar
Salah satu faktor utama yang membuat dolar AS terus menguat adalah kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Pelaku pasar menilai tekanan terhadap APBN, kebutuhan pembiayaan pemerintah, serta meningkatnya beban utang menjadi perhatian serius bagi investor asing. Kekhawatiran tersebut membuat aliran modal asing cenderung keluar dari pasar domestik.
Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
Analis pasar menilai stabilitas fiskal menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa pekan ke depan.
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Permintaan Safe Haven
Selain faktor domestik, konflik di kawasan Timur Tengah juga menjadi pemicu utama penguatan dolar AS secara global.
Ketegangan geopolitik membuat investor global lebih memilih aset safe haven seperti dolar AS dan emas. Kondisi tersebut menyebabkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.
Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik masih membayangi pasar keuangan internasional hingga saat ini.
Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sambil menunggu perkembangan situasi global.
Intervensi BI Dinilai Belum Maksimal
Bank Indonesia diketahui terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing dan pembelian surat berharga negara.
Namun sejumlah pelaku pasar menilai langkah tersebut belum cukup kuat untuk menahan laju penguatan dolar AS.
Tekanan eksternal yang besar membuat ruang gerak BI menjadi semakin terbatas, terutama di tengah tingginya kebutuhan dolar di pasar global.
Meski demikian, Bank Indonesia diperkirakan masih akan terus menjaga stabilitas rupiah melalui kombinasi kebijakan moneter dan intervensi pasar.
Ketidakpastian Global Masih Membayangi Pasar
Selain konflik geopolitik, pasar global juga masih dibayangi berbagai ketidakpastian ekonomi dunia.
Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, perlambatan ekonomi global, hingga volatilitas harga komoditas menjadi faktor yang membuat investor cenderung berhati-hati.
Situasi tersebut membuat dolar AS tetap berada dalam tren penguatan terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.
Analis memperkirakan volatilitas nilai tukar masih akan tinggi dalam jangka pendek jika sentimen global belum membaik.
Dampak Penguatan Dolar terhadap Ekonomi Indonesia
Menguatnya dolar AS berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi di Indonesia.
Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:
Kenaikan biaya impor bahan baku
Tekanan terhadap harga barang impor
Potensi meningkatnya inflasi
Beban utang luar negeri bertambah
Tekanan terhadap pasar saham dan obligasi
Meski demikian, sektor eksportir berpotensi mendapatkan keuntungan dari pelemahan rupiah karena pendapatan berbasis dolar menjadi lebih besar.
Prospek Rupiah Pekan Depan
Pelaku pasar saat ini menantikan langkah lanjutan Bank Indonesia serta perkembangan situasi global untuk melihat arah pergerakan rupiah pekan depan.
Jika sentimen negatif global masih berlanjut dan arus modal asing terus keluar, rupiah berpotensi tetap berada dalam tekanan.
Namun stabilisasi pasar dan kebijakan pemerintah yang mampu meningkatkan kepercayaan investor dapat membantu meredam volatilitas nilai tukar.
Hda/Dad
Baca Juga :



