Harga Minyak Dunia Melemah

Harga Minyak Dunia Melemah Hari Ini Jumat 8 Mei 2026: WTI US$94,675 per Barel, Brent Turun ke US$100,129

Lintas24jam.com – Harga minyak dunia kembali bergerak turun menjelang akhir pekan, Jumat 8 Mei 2026. Penurunan terjadi setelah berbagai upaya diplomasi dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat mulai memberikan sentimen positif terhadap pasar energi global.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) hari ini tercatat berada di level US$94,675 per barel, sementara minyak mentah Brent berada di posisi US$100,129 per barel.

Turunnya harga minyak membuat Brent kembali berada di sekitar level psikologis US$100 per barel setelah sebelumnya sempat melonjak tajam akibat konflik geopolitik dan gangguan pasokan global.

Upaya Perdamaian Timur Tengah Pengaruhi Harga Minyak

Penurunan harga minyak dunia tidak lepas dari berbagai agenda pemerintah Amerika Serikat yang mulai mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Pasar merespons positif langkah diplomasi yang dilakukan untuk meredakan konflik serta mengurangi risiko gangguan distribusi energi global.

Beberapa langkah yang menjadi perhatian pasar antara lain:

Upaya penghentian perang di kawasan konflik

Pengurangan serangan militer

Pembukaan kembali jalur pelayaran energi

Stabilitas distribusi minyak global

Situasi tersebut membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak mulai mereda.

Pembukaan Blokade Selat Hormuz Jadi Sentimen Positif

Salah satu faktor penting yang menekan harga minyak adalah mulai terbukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Sebelumnya, ketegangan geopolitik di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap distribusi minyak global.

Dengan mulai terbukanya blokade kapal tanker minyak, pasokan energi dunia dinilai kembali lebih stabil.

Pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai sinyal positif yang membantu menurunkan tekanan harga minyak internasional.

Rusia Mulai Jual Cadangan Minyak ke Negara Importir

Selain faktor geopolitik, meningkatnya pasokan minyak dari Rusia juga menjadi penyebab harga minyak dunia kembali turun.

Rusia dilaporkan mulai menjual sebagian cadangan minyaknya ke berbagai negara importir untuk membantu menstabilkan pasokan energi global.

Langkah tersebut membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi kelangkaan minyak yang sebelumnya sempat terjadi akibat konflik dan pembatasan distribusi energi.

Dengan bertambahnya suplai di pasar global, harga minyak perlahan mengalami koreksi.

Harga Minyak Masih Berpotensi Fluktuatif

Meski mengalami penurunan, analis menilai harga minyak dunia masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Pasar energi global masih dipengaruhi oleh:

Situasi geopolitik Timur Tengah

Kebijakan produksi OPEC+

Permintaan energi global

Kondisi ekonomi dunia

Pergerakan dolar AS

Jika situasi geopolitik kembali memanas atau terjadi gangguan distribusi baru, harga minyak berpotensi kembali naik.

Namun untuk sementara, sentimen pasar cenderung lebih positif dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Dampak Penurunan Harga Minyak bagi Ekonomi Global

Turunnya harga minyak dunia dapat memberikan dampak positif bagi sejumlah negara, termasuk negara importir energi.

Beberapa dampak positif yang berpotensi terjadi:

Tekanan inflasi energi berkurang

Biaya transportasi lebih stabil

Harga bahan bakar lebih terkendali

Beban impor energi menurun

Bagi Indonesia, stabilitas harga minyak sangat penting untuk menjaga subsidi energi dan kestabilan ekonomi nasional.

Prospek Harga Minyak Pekan Depan

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan lanjutan terkait proses perdamaian di Timur Tengah dan kebijakan energi global.

Jika situasi tetap kondusif dan pasokan minyak dunia terus membaik, harga minyak diperkirakan dapat bertahan di bawah US$100 per barel.

Namun volatilitas masih mungkin terjadi mengingat kondisi geopolitik dunia belum sepenuhnya stabil.

Hda/Dad

Baca Juga :

Harga Emas Menjelang Akhir Pekan Masih Fluktuatif