Harga Minyak Dunia 29 April 2026 Melonjak

Harga Minyak Dunia WTI Tembus 99 Dolar dan Brent di Atas 110 Dolar per Barel

Lintas24jam.com – Harga minyak dunia kembali mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Kenaikan ini memperpanjang tren positif selama tujuh sesi berturut-turut, sekaligus membawa harga ke level tertinggi sejak awal April.

Berdasarkan data pasar, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,936 dolar menjadi 99,318 dolar per barel. Sementara itu, minyak Brent Crude menguat 2,421 dolar ke level 110,653 dolar per barel.

Tren Kenaikan Berlanjut 7 Hari

Kenaikan harga minyak yang terjadi selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Lonjakan ini juga menandai posisi harga minyak yang kembali mendekati angka psikologis 100 dolar per barel untuk WTI.

Para pelaku pasar menilai bahwa tren ini didorong oleh kombinasi faktor geopolitik dan spekulasi kebijakan yang belum menemui kejelasan.

Faktor Geopolitik Jadi Pendorong Utama

Salah satu pemicu utama kenaikan harga minyak adalah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait Iran. Para spekulan saat ini menunggu respons dari Donald Trump terhadap proposal yang berkaitan dengan Iran.

Situasi semakin memanas setelah negosiasi mengenai pembukaan jalur energi strategis Selat Hormuz dilaporkan terhenti. Padahal, selat ini merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Ketidakpastian terkait akses dan keamanan jalur distribusi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan global, sehingga mendorong harga minyak naik lebih tinggi.

Dampak ke Ekonomi Global

Kenaikan harga minyak berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian global, antara lain:

  • Meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara
  • Menambah beban biaya energi dan transportasi
  • Mempengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral
  • Menekan pertumbuhan ekonomi negara importir minyak

Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak dapat berdampak pada subsidi energi serta nilai tukar rupiah yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global.

Prospek Harga Minyak

Analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan tetap tinggi selama ketegangan geopolitik belum mereda. Keputusan politik serta perkembangan negosiasi internasional akan menjadi faktor kunci arah pergerakan harga dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Harga minyak dunia yang melonjak pada 29 April 2026 menunjukkan kuatnya pengaruh faktor geopolitik terhadap pasar energi global. Dengan WTI mendekati 100 dolar dan Brent di atas 110 dolar per barel, pasar kini menanti kepastian dari perkembangan konflik dan kebijakan internasional.

Hda/Dad

Baca Juga :