Dino Patti Djalal Minta Perjalanan Luar Negeri Presiden Dikurangi

Dino Patti Djalal Soroti Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Singgung Kekhawatiran Publik di Tengah Tekanan Ekonomi

Lintas24jam.com – JAKARTA, 31 Mei 2026 – Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal. Ia kembali menyoroti intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Melalui akun X miliknya, sebagaimana dikutip oleh Lintas24jam.com pada Minggu (31/5/2026). Dino menilai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden saat ini berada di luar kebiasaan yang lazim dilakukan seorang kepala negara Indonesia.

“Semenjak menjadi presiden, Pak Prabowo menghabiskan satu dari enam hari di luar negeri. Ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran,” tulis Dino dalam unggahan yang ramai diperbincangkan publik.

Pernyataan tersebut merupakan lanjutan dari unggahan sehari sebelumnya, Sabtu (30/5/2026), ketika Dino menyampaikan imbauan agar Presiden mengurangi secara signifikan agenda perjalanan ke luar negeri.

“Saya mewakili komunitas hubungan internasional menghimbau Bapak Prabowo untuk mengurangi secara signifikan perjalanan keluar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” tulisnya.

Sorotan Muncul di Tengah Tekanan Ekonomi

Komentar Dino muncul pada saat kondisi ekonomi nasional tengah menghadapi berbagai tantangan.

Namun di sisi lain, kritik muncul karena sebagian masyarakat menginginkan fokus yang lebih besar pada penyelesaian berbagai persoalan ekonomi domestik.

Perdebatan Efektivitas Diplomasi dan Prioritas Dalam Negeri

Pengamat menilai perdebatan ini bukan semata-mata mengenai jumlah kunjungan luar negeri, tetapi juga mengenai efektivitas dan hasil konkret yang diperoleh dari setiap perjalanan tersebut.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, dinamika pasar keuangan, serta tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah. Publik menuntut transparansi mengenai manfaat ekonomi yang dihasilkan dari setiap agenda internasional yang dijalankan pemerintah.

Kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal menambah daftar suara yang meminta pemerintah lebih sensitif terhadap persepsi publik. Banyak kritik terkait penggunaan anggaran negara, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

Pemerintah Diharapkan Berikan Penjelasan kepada Publik

Sejumlah pihak menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai tujuan, hasil, dan manfaat dari setiap kunjungan luar negeri Presiden.

Transparansi mengenai capaian investasi, kerja sama perdagangan, maupun manfaat diplomatik yang diperoleh sangat diperlukan.

Dengan kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian utama masyarakat, perdebatan mengenai keseimbangan antara diplomasi internasional. Prabowo harus fokus pada persoalan dalam negeri diperkirakan akan terus menjadi isu penting dalam beberapa waktu ke depan.

Hda/Dad