Harga Minyak Dunia Hari Ini Melonjak Tajam

Harga Minyak Dunia Hari Ini 11 Mei 2026 Melonjak Tajam, WTI Tembus US$100,138 dan Brent Capai US$105,740 per Barel

Lintas24jam.com – Jakarta, Senin 11 Mei 2026 – Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (11/5/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan terganggunya jalur distribusi energi internasional.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level US$100,138 per barel, naik 4,94%, sementara minyak mentah Brent mencapai US$105,740 per barel, melonjak 4,39% dibanding perdagangan sebelumnya.

Kenaikan tajam ini dipicu oleh kembali terjadinya kelangkaan pasokan minyak dunia setelah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan militer Amerika Serikat baru-baru ini.

Penutupan Selat Hormuz Picu Krisis Pasokan Minyak Global

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak adalah penutupan kembali Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi global yang selama ini menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Penutupan jalur vital tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya distribusi jutaan barel minyak per hari ke berbagai negara konsumen utama dunia.

Analis energi global menilai gangguan di Selat Hormuz berpotensi menjadi salah satu krisis energi terbesar jika berlangsung dalam waktu lama.

“Setiap gangguan di Selat Hormuz selalu memberikan efek besar terhadap harga minyak karena kawasan ini memasok sebagian besar kebutuhan energi dunia,” ujar analis komoditas internasional.

Serangan Amerika Memperparah Ketegangan Timur Tengah

Pasar khawatir eskalasi konflik dapat meluas dan mengganggu stabilitas produksi energi global, terutama dari negara-negara eksportir utama minyak.

Kondisi ini membuat investor bereaksi cepat dengan mendorong aksi beli besar-besaran pada kontrak minyak berjangka.

Kelangkaan Minyak Mulai Terasa di Pasar Internasional

Gangguan distribusi dan berkurangnya suplai membuat pasar mulai menunjukkan tanda-tanda kelangkaan pasokan.

Sejumlah negara importir besar mulai meningkatkan pembelian cadangan strategis guna mengantisipasi krisis yang lebih panjang.

Lonjakan permintaan di tengah pasokan yang terbatas secara otomatis mendorong harga terus naik tajam dalam waktu singkat.

Inflasi Global Ikut Dorong Harga Minyak Naik

Selain faktor geopolitik, tekanan inflasi global juga menjadi katalis tambahan penguatan harga minyak.

Biaya produksi, distribusi, serta logistik energi meningkat seiring naiknya harga bahan baku dan kebijakan moneter ketat di berbagai negara.

Inflasi yang tinggi memperbesar biaya operasional sektor energi sehingga harga jual minyak ikut terkerek naik.

Kondisi ini berpotensi memperparah tekanan ekonomi global, terutama bagi negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.

Hda/Dad

Baca Juga :

Harga Emas Hari Ini Capai Rp2.836.000