Harga Minyak Dunia Senin 18 Mei 2026 Naik Tajam

Harga Minyak Dunia Hari Ini Senin 18 Mei 2026 Naik Tajam, WTI Tembus 108 Dolar dan Brent 111 Dolar per Barel

Lintas24jam.com – Harga minyak dunia hari ini, Senin 18 Mei 2026, kembali menunjukkan penguatan signifikan. Kenaikan terjadi pada dua acuan utama minyak mentah global, yakni West Texas Intermediate (WTI) dan Brent, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi pasar energi internasional.

Berdasarkan perdagangan terbaru, harga minyak WTI tercatat berada di level 108,226 dolar per barel, sementara minyak Brent naik ke posisi 111,560 dolar per barel.

Lonjakan harga ini menjadi perhatian besar pelaku pasar global karena menunjukkan tekanan serius pada rantai pasokan energi dunia.

Gejolak Timur Tengah Dorong Harga Minyak Dunia Naik

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak hari ini adalah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar dunia. Ketika terjadi ketegangan politik maupun ancaman konflik, pasar langsung merespons dengan kekhawatiran akan terganggunya distribusi pasokan minyak global.

Investor dan trader komoditas memilih melakukan aksi beli untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan suplai, sehingga harga minyak melonjak serempak.

Situasi ini memperkuat sentimen bullish yang sudah terbentuk sejak pekan sebelumnya.

Kelangkaan Pasokan Global Masih Menjadi Ancaman

Selain faktor geopolitik, kelangkaan pasokan minyak global masih menjadi penyebab utama penguatan harga.

Beberapa negara produsen utama masih mengalami keterbatasan produksi akibat gangguan teknis, pemangkasan output, serta kendala distribusi internasional.

Permintaan energi global yang terus meningkat, terutama dari sektor industri dan transportasi, membuat keseimbangan pasokan semakin ketat.

Akibatnya, harga minyak sulit turun dalam jangka pendek.

Penguatan Dolar AS Turut Menekan Pasar Energi

Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga menjadi katalis penting dalam pergerakan harga minyak dunia hari ini.

Penguatan dolar biasanya menekan daya beli negara-negara importir energi karena harga minyak diperdagangkan dalam mata uang dolar.

Namun dalam kondisi krisis pasokan seperti saat ini, pasar justru melihat minyak sebagai aset lindung nilai sehingga permintaan tetap tinggi meski dolar menguat.

Kombinasi antara dolar yang perkasa dan pasokan yang terbatas membuat harga minyak terus menanjak.

Ketidakpastian Global Perbesar Risiko Lonjakan Harga

Pasar energi internasional saat ini juga dibayangi ketidakpastian global, mulai dari perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar, gangguan jalur distribusi perdagangan, hingga kebijakan moneter ketat bank sentral dunia.

Ketidakpastian ini membuat volatilitas harga komoditas energi semakin tinggi.

Analis memperkirakan jika ketegangan geopolitik terus meningkat dan pasokan tidak segera stabil, harga minyak Brent berpotensi menembus 115 dolar per barel, sementara WTI bisa bergerak menuju 110–112 dolar per barel dalam waktu dekat.

Dampak Kenaikan Harga Minyak bagi Indonesia

Naiknya harga minyak dunia tentu membawa dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia.

Beberapa sektor yang berpotensi terdampak antara lain:

Harga bahan bakar dan transportasi

Biaya logistik nasional

Tekanan inflasi impor

Beban subsidi energi pemerintah

Kinerja sektor industri manufaktur

Jika tren kenaikan terus berlangsung, pemerintah dan Bank Indonesia kemungkinan perlu mengambil langkah stabilisasi tambahan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Outlook Harga Minyak Pekan Ini

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan situasi geopolitik Timur Tengah serta data cadangan minyak Amerika Serikat yang akan dirilis pertengahan pekan.

Jika data menunjukkan penurunan stok minyak mentah dan konflik kawasan belum mereda, reli harga minyak diperkirakan akan berlanjut.

Harga minyak dunia pada Senin 18 Mei 2026 menegaskan bahwa pasar energi global masih berada dalam tekanan tinggi, dengan WTI di 108,226 dolar per barel dan Brent 111,560 dolar per barel sebagai sinyal kuat bahwa krisis pasokan dan ketidakpastian global belum berakhir.

Hda/Dad