Harga BBM Pertamax Naik Tajam Mulai 10 Juni 2026

Harga BBM Pertamax Naik Tajam Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Apa Dampaknya bagi Ekonomi?

Lintas24jam.com – Harga BBM kembali menjadi sorotan. Ketika Pertamax melonjak hampir Rp4.000 per liter dalam satu kali penyesuaian, bukan hanya pengendara yang merasakan dampaknya, tetapi juga seluruh rantai ekonomi nasional. Kenaikan biaya transportasi berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa di berbagai sektor.

Mulai 10 Juni 2026, PT Pertamina memberlakukan penyesuaian harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia. Kenaikan paling mencolok terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green 95 yang mengalami lonjakan signifikan dibandingkan harga sebelumnya.

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026

Berikut daftar harga BBM yang berlaku mulai 10 Juni 2026:

  • Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  • Pertamax (RON 92): naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Pertamax Naik Lebih dari 32 Persen

Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter berarti terjadi lonjakan sekitar 32 persen. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter atau sekitar 31,8 persen.

Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan harga BBM non-subsidi terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap daya beli masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi pengguna utama Pertamax.

Dampak Kenaikan Harga BBM terhadap Ekonomi

Kenaikan harga BBM biasanya memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi.

1. Biaya Transportasi Meningkat

Pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha logistik akan menghadapi kenaikan biaya operasional. Hal ini berpotensi meningkatkan tarif angkutan barang dan distribusi.

2. Harga Barang Berpotensi Naik

Ketika biaya distribusi meningkat, pelaku usaha cenderung menyesuaikan harga jual produk untuk menjaga margin keuntungan. Dampaknya dapat dirasakan mulai dari kebutuhan pokok hingga produk manufaktur.

3. Tekanan terhadap Inflasi

BBM merupakan komponen penting dalam aktivitas ekonomi. Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi dan memperbesar tekanan terhadap daya beli masyarakat.

4. Konsumsi Rumah Tangga Terancam Melambat

Masyarakat yang harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk kebutuhan bahan bakar akan mengurangi pengeluaran pada sektor lain seperti konsumsi, hiburan, dan rekreasi.

Tantangan Pemerintah dan Bank Indonesia

Di tengah kenaikan harga BBM, pemerintah dan Bank Indonesia menghadapi tantangan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Kini fokus berikutnya adalah memastikan kenaikan harga energi tidak memicu lonjakan inflasi yang berlebihan dan tidak mengganggu momentum pemulihan ekonomi nasional.

Kesimpulan

Kenaikan harga BBM Pertamina mulai 10 Juni 2026 menjadi kabar yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha. Dengan Pertamax menembus Rp16.250 per liter dan Pertamax Green mencapai Rp17.000 per liter, tekanan terhadap biaya transportasi dan distribusi diperkirakan meningkat.

Jika tidak diimbangi kebijakan mitigasi yang tepat, kenaikan harga BBM berpotensi menjadi pemicu gelombang kenaikan harga barang yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua 2026.

“Pertamax naik hampir Rp4.000 per liter dalam semalam! Bukan cuma pengendara yang terdampak, harga barang kebutuhan sehari-hari bisa ikut merangkak naik. Siapkah ekonomi Indonesia menghadapi efek dominonya?”

Hda/Dad