7 Langkah Strategis Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global
Lintas24jam.com – Jakarta, 4 Mei 2026 – Gubernur Perry Warjiyo mengungkapkan tujuh langkah strategis yang disiapkan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Selasa (4/5/2026).
Langkah-langkah tersebut menjadi respons konkret terhadap tekanan global yang memengaruhi nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menopang stabilitas jangka panjang.
Rupiah Tertekan, Tapi Fundamental Tetap Kuat
Dalam konferensi pers, Perry Warjiyo menegaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan kondisi domestik. Tekanan berasal dari kenaikan suku bunga global, penguatan dolar AS, hingga lonjakan harga energi dunia.
Selain itu, faktor musiman seperti meningkatnya kebutuhan dolar untuk pembayaran utang luar negeri dan kebutuhan musim haji juga turut memberi tekanan tambahan.
Namun demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional masih berada dalam kondisi solid, bahkan masuk dalam jajaran 20 besar dunia.
7 Langkah BI Menjaga Stabilitas Rupiah
Untuk merespons dinamika tersebut, Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh kebijakan utama yang terintegrasi antara moneter, pasar keuangan, dan sektor eksternal.
1. Intervensi Pasar Valuta Asing Secara Agresif
Bank Indonesia akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di pasar offshore. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan supply dan demand dolar AS sehingga volatilitas rupiah dapat ditekan.
Intervensi dilakukan melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN).
2. Menjaga Inflow Investasi Asing Tetap Positif
BI juga fokus menjaga aliran modal asing (capital inflow) tetap masuk ke Indonesia. Stabilitas makroekonomi, imbal hasil investasi yang kompetitif, serta kepercayaan investor menjadi kunci utama dalam strategi ini.
Dengan menjaga daya tarik pasar keuangan domestik, tekanan terhadap rupiah dapat diminimalisir.
3. Sinergi dengan Kementerian Keuangan dalam Pembelian SBN
Koordinasi erat dilakukan antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas pasar obligasi. Salah satunya melalui pembelian SBN di pasar sekunder.
Tercatat, pembelian SBN oleh BI secara year to date telah mencapai Rp123,1 triliun, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar keuangan.
4. Menjaga Likuiditas Pasar Tetap Cukup
Bank Indonesia memastikan likuiditas di pasar keuangan tetap memadai. Hal ini penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar dan mencegah tekanan tambahan terhadap nilai tukar.
Kebijakan ini juga mendukung stabilitas sektor perbankan dan menjaga penyaluran kredit ke dunia usaha.
Pembelian Dolar Dibatasi
5. Pembatasan Pembelian Dolar Tanpa Underlying
Dalam upaya menekan spekulasi, BI memperketat aturan pembelian dolar AS tanpa underlying (kebutuhan riil).
Batas pembelian yang sebelumnya sebesar USD 100 ribu diturunkan menjadi USD 50 ribu, dan kini kembali dipangkas menjadi USD 25 ribu.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan permintaan dolar yang tidak berbasis aktivitas ekonomi nyata.
6. Penguatan Pasar Offshore
Bank Indonesia juga memperkuat kehadiran rupiah di pasar internasional dengan memperbolehkan bank domestik untuk melakukan transaksi di pasar offshore.
Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas rupiah secara global serta memperkuat posisi mata uang Indonesia di pasar keuangan internasional.
7. Pengawasan Ketat terhadap Korporasi
Langkah terakhir adalah peningkatan pengawasan terhadap aktivitas korporasi, khususnya yang memiliki kebutuhan dolar dalam jumlah besar.
BI memastikan bahwa pembelian dolar oleh korporasi dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan, sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebih di pasar valuta asing.
Strategi Komprehensif Hadapi Ketidakpastian Global
Ketujuh langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Tidak hanya mengandalkan intervensi, tetapi juga memperkuat fundamental pasar dan koordinasi lintas lembaga.
Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan moneter negara maju seperti Federal Reserve.
Prospek Rupiah ke Depan
Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan tetap stabil ke depan. Dukungan dari fundamental ekonomi yang kuat menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pasar.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah dan otoritas moneter akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Ke depan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh dinamika global. Namun dengan kebijakan yang tepat dan responsif, risiko volatilitas diharapkan dapat diminimalkan.
Kesimpulan
Langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah mencerminkan keseriusan otoritas dalam menghadapi tekanan global. Tujuh strategi yang disampaikan Gubernur BI menjadi bukti bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama.
Dengan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan, Indonesia diyakini mampu menjaga ketahanan ekonomi serta memperkuat posisi rupiah di tengah gejolak global.
Hda/Dad
Baca Juga :



