Rupiah Tembus Rp18.075 per Dolar AS

Rupiah Tembus Rp18.075 per Dolar AS, Pasar Khawatir Beban Utang dan Kepercayaan Investor Terus Menurun

Lintas24jam.com – JAKARTA, 4 Juni 2026 – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Dolar Amerika Serikat dilaporkan menembus level Rp18.075, memperpanjang tren pelemahan mata uang Garuda yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia, kebutuhan pembiayaan pemerintah yang semakin besar, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah analis bahkan telah memperingatkan bahwa rupiah berpotensi menembus kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS apabila tekanan domestik dan eksternal tidak mereda.

Rupiah Terus Tertekan Sepanjang 2026

Sejak awal tahun 2026, rupiah bergerak dalam tren pelemahan yang cukup tajam. Data pasar menunjukkan nilai tukar rupiah sempat berada di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada awal Juni sebelum kembali tertekan lebih dalam.

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari penguatan dolar AS secara global, tetapi juga dari persepsi risiko terhadap ekonomi domestik. Investor global cenderung lebih berhati-hati terhadap negara berkembang yang memiliki kebutuhan pembiayaan besar dan ketergantungan tinggi terhadap aliran modal asing.

Beban Utang Pemerintah Jadi Sorotan Pasar

Salah satu faktor yang banyak menjadi perhatian pelaku pasar adalah meningkatnya kebutuhan penerbitan utang pemerintah untuk membiayai berbagai program dan belanja negara. Semakin besar kebutuhan pembiayaan, semakin besar pula kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal dalam jangka panjang.

Ketika investor menilai risiko fiskal meningkat, mereka biasanya meminta imbal hasil yang lebih tinggi atau memilih mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut dapat memicu arus keluar modal dan memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.

Ekonom menilai bahwa kepercayaan investor terhadap disiplin fiskal menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas mata uang. Komunikasi yang kuat antara otoritas fiskal dan moneter dinilai sangat penting untuk mengurangi kekhawatiran pasar.

Intervensi Bank Indonesia Menghadapi Tantangan Berat

Di tengah tekanan yang terus berlangsung, Bank Indonesia (BI) masih menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen moneter dan intervensi pasar. Namun semakin kuat tekanan eksternal dan domestik, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi otoritas moneter.

BI sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas pasar valas dan mengendalikan permintaan dolar AS di dalam negeri.

Meski demikian, pelaku pasar menilai bahwa stabilitas nilai tukar tidak bisa hanya bergantung pada intervensi bank sentral. Faktor fundamental ekonomi, arus investasi, kondisi fiskal, dan kepercayaan investor tetap menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam jangka panjang.

Geopolitik dan Sentimen Global Ikut Menekan Rupiah

Selain faktor domestik, kondisi global juga memberikan tekanan tambahan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan suku bunga global, dan penguatan dolar AS mendorong investor mencari aset safe haven.  Sehingga mata uang negara berkembang ikut tertekan.

Sejumlah analis bahkan memperkirakan peluang rupiah bergerak menuju kisaran Rp18.000–Rp20.000 per dolar AS tetap terbuka. Karena ketidakpastian global meningkat dan sentimen terhadap ekonomi domestik tidak membaik.

Prospek Rupiah ke Depan

Pergerakan rupiah dalam beberapa bulan mendatang akan sangat ditentukan oleh keberhasilan pemerintah. BI harus menjaga kredibilitas fiskal, kemampuan menarik investasi, serta efektivitas koordinasi kebijakan ekonomi nasional.

Jika kepercayaan investor dapat dipulihkan dan tekanan global mereda, rupiah berpeluang kembali stabil. Namun apabila sentimen negatif terhadap ekonomi Indonesia terus berkembang. Volatilitas nilai tukar diperkirakan masih akan tinggi sepanjang semester kedua 2026.

Hda/Dad